Sunday, February 7, 2016

PENYAKIT SEMBUH SETELAH MINUM AIR ZAM-ZAM

0

PENYAKIT SEMBUH SETELAH MINUM AIR ZAM-ZAM

Ada puluhan, bahkan ratusan kisah tentang bagaimana orang yang menderita suatu penyakit, di mana dokter telah putus harapan terhadap kesembuhannya, tetapi dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala mereka dapat diobati dengan air zam-zam, dan khasiatnya yang tersembunyi, dan mereka menjadi orang yang sangat sehat dan bugar.

Kami akan memberikan salah satu contoh yang diambil dari era modern ini:
Ini merupakan kisah populer di zaman sekarang ini, yang bersangkutan masih hidup di tengah-tengah kita. Yang membuktikan dan menunjukkan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan membuktikan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya. Dan air zam-zam dapat menyembuhkan penyakit dan mengandung makanan yang bergizi.

Ini kisah tentang Laila al-Hilw, dari Maroko. Laila menderita kanker. Selama ini ia mengabaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena bangga akan keadaannya yang sehat dan cantik.
Setelah ia mengetahui bahwa ia sakit, ia pergi ke Belgia. Di sana ia diberitakan bahwa ia tidak punya pilihan lain kecuali payudaranya harus diangkat dan menjalani kemoterapi, yang akan menyebabkan rambutnya rontok dan tumbuh janggut, dan juga dapat membuat ia kehilangan kuku dan giginya.

Ia menolak melakukan pengobatan tersebut dan meminta pengobatan yang lebih ringan, kemudian ia kembali ke Maroko.
Tetapi setelah 6 bulan berat badannya turun dengan drastis dan tubuhnya pegal-pegal karena rasa sakit sehingga ia kembali lagi ke Belgia. Di sana dokter menginformasikan kepada suaminya bahwa penyakitnya telah menyebar, bahkan sampai ke paru-paru, dan tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya.

Mereka menyarankan untuk membawanya pulang agar ia dapat meninggal di tempat tinggalnya. Namun suami Laila ingat sesuatu yang selama ini ia lupa; Allah Subhanahu wa Ta’ala mengilhamkan padanya suatu gagasan untuk mengunjungi Baitullah yang mulia.

Kemudian ia dan istrinya pergi ke sana, laila menangis tersedu-sedu saat ia melihat Ka’bah. Ia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk tidak menghancurkan harapannya dan untuk mengejutkan dokter dengan kasusnya.

Laila mulai membaca Alquran dan meminum air zam-zam. Ia merasakan ada ketenangan dan kedamaian pada saat berada di Baitullah. Ia meminta kepada suaminya untuk membiarkannya tinggal di Masjidil Haram dan tidak kembali ke hotel.

Kemudian ia tinggal di sana (i’tikaf). Setengah bagian atas tubuhnya telah penuh dengan tumor dan membengkak yang menunjukkan penyakitnya telah menyebar. Para wanita yang melihatnya di Masjidil Haram menyarankan untuk selalu membasuh tubuh bagian atasnya dengan air zam-zam, tetapi ia takut untuk menyentuh tumor yang ada di tubuhnya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai membasuh tubuh dan payudaranya yang penuh dengan darah dan nanah dengan air zam-zam.

Kemudian peristiwa yang sangat mengejutkan terjadi; seluruh tumor yang ia derita hilang dan tidak ada lagi rasa sakit serta nanah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyembuhkannya dengan khasiat yang tersembunyi pada air zam-zam.
Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata benar saat beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat makanan yang bergizi dan dapat menyembuhkan penyakit.”

Tuesday, February 2, 2016

CARA MELIHAT AURA TUBUH PADA BADAN SESEORANG

0

CARA MELIHAT AURA TUBUH PADA BADAN SESEORANG

Perkembangan teknologi tentang aura ini kian hari kian menarik , sejak di temukannya Computerized multimedia biofeedback system, periset asal jerman bernama Fisslinger pada tahun 1998 dengan menggunakan computer tersebut dapat di lihat secara langsung dan dinamis aura seseorang di layar monitor, alat itu di beri nama STATION AURA VIDEO, teknologi terbaru ini menggunakan beberapa pengetahuan untuk menunjangnya ,seperti teknologi computer biofeedback pengetahuan tentang terapi warna dan pengobatan dengan vibrasi.
Dengan menggunakan station aura video dapat di kenali diri seseorang yang sesungguhnya
- mengetahui level strees dan relaksasi
- kondisi pikiran dan badan
- level energi di badan
- Dominasi yin dan yang
- Grafik analisa pikiran ,badan dan jiwa
- Kondisi emosi diri
- Dominasi energi di bagian jantung dan kepala
- Dilengkapi analisa Aura sebanyak 14 lembar
Namun sejalan dengan perkembangan teknologi tersebut,foto aura yang di hasilkan tidak lagi menghasilkan warna aura yang sesungguhnya , hasil yang di dapat bisa di rekayasa dengan menggunakan berbagai teknologi yang ada, seperti sebuah contoh seseorang, orang yang terdapat dalam dirinya , maka ia melakukan foto aura di sebuah studio khusus foto aura,setelah di foto terlihat warna aura yang di hasilkan terdiri dari wana biru, hijau,kuning dan merah., padahal warna aura sesungguhnya yang dimiliki orang tersebut berwarna biru, dan orang tersebut tidak menyadarinya,karena ia beranggapan foto aura yang di hasilkan merupakan aura asli yang terpancar dalam dirinya.
Tetapi hal itu tergantung dari pribadi pelaku pemotretan aura sampai sejauh mana kepentingan pribadinya terlihat dalam menganalisis aura seseorang hal ini harus di sikapi juga.
Dan bagi yang ingin melihat aura sendiri dengan menggunakan pandangan mata sehingga kita yakin pancaran aura kita sendiri,maka lakukan langkah-langkah berikut ini. Ini perlu di latih dalam beberapa hari untuk supaya mata kita tidak berkedip selama kita melihat aura yang terpancar dalam diri kita,
pertama : berdirilah di depan cermin berukuran sedang, yang di maksud sedang dari kepala sampai dada agar terlihat sempurna, rilekskan seluruh tubuh dan pikiran,setelah itu pandanglah diri kita yang ada di cermin,perlahan tariklah nafas panjang secara halus dan tidak tergesa-gesa,lepaskan nafas juga perlahan usahakan jangan sampai tersendat-sendat dalam pengambilan nafas.
Pandangan mata ke cermin usahakan mengurangi kedipan kelopak mata (hal ini perlu di latih sedikit) lambat laun bayangan kita di cermin akan sedikit mengabur dan teruskan sambil nafas di jaga sehalus mungkin,dan bila kita berhasil dengan tehknik ini maka kita akan melihat bayangan diri kita di cermin di selubungi warna aura yang terlihat.barcampur warna warni ,lihatlah warna Aura mana yang lebih mendominasi saat kita lihat dicermin .maka itulah warna aura kita.
Untuk melihat aura teman atau orang lain bisa kita gunakan tekhnik memandang cermin ,namun jika kita mau melihat aura orang lain tidak lagi menggunakan cermin ,namun bisa kita langsung memandangnya.caranya ; suruhlah orang tersebut berdiri dengan latar belakang berwarna putih, pandanglah dalam jarak 1,5 meter, usahakan memandang sama seperti tekhnik memandang cermin seperti memandang aura kita sendiri,perlahan namun pasti kita bisa juga melihat aura orang lain

Baca juga  : ARTI WARNA AURA TUBUH BAGI SESEORANG

Trims atas kunjungannya diblog kami silahkan dishare/berbagi dan Follow

Monday, February 1, 2016

ARTI WARNA AURA TUBUH BAGI SESEORANG

0

ARTI WARNA AURA TUBUH BAGI SESEORANG

Aura adalah sebuah biasan cahaya yang keluar dari tubuh manusia ,aura tidak bisa terlihat dengan pandangan mata biasa yang belum terlatih untuk melihat aura, aura timbul karena pancaran  dari tubuh Etherik manusia dan aura membias ke luar tubuh secara alami. sehingga tubuh fisik manusia di selimuti oleh pancaran aura.
Dari pancaran aura ini bisa di baca karakter,kesehatan dan keberuntungan seseorang, seseorang yang mempunyai problem dalam pikirannya bisa di lihat dari pancaran auranya,karena aura mewakili kondisi seseorang dalam hidupnya. Jika seseorang di liputi oleh aura negative, maka ia akan sulit mewujudkan kesuksesan dan keberuntungan dalam hidupnya., tapi bukan berarti aura itu tak bisa di rubah.
Aura adalah pancaran energi dari badan ether manusia, sehingga aura tidak ada unsur mistik atau klenik karena aura murni bersifat alamiah dan bisa di buktikan dengan memakai tehknologi modern.
Penyelidikan mengenai aura manusia di mulai sejak 1935 ketika seorang Profesor Rusia, S Kirlian mengembangkan suatu alat fotografi bertegangan tinggi untuk melihat medan energi di tangan dan kaki manusia, tehknologi itu kemudian terkenal dengan nama Potografi Kirlian., kemudian tahun 1985 di kembangkan lagi oleh beberapa ahli dan menemukan tehknologi baru yang di kenal dengan nama fotografi aura, tehknologi ini menggunakan sensor biofeedback pada dua tangan dan mengirimnya ke kamera dan mencetaknya dalam bentuk foto Polaroid,
Dari teknologi ini dapat di lihat aura diri sendiri secara statis yang tercetak dalam lembaran photo yang umumnya di sebut photo aura.dari photo inilah kemudian dapat di baca warna-warni aura yang terlihat jelas keadaan dan kondisi seseorang. Para ahli telah mengadakan satu riset bagaimana membaca dan menganalisa warna-warni yang berhubungan erat dengan kondisi dan keadaan seseorang .

Arti warna Aura

MERAH (red) orang yang memilki warna dasar ini memilki beberapa karakteristik umum, yaitu mempunyai sensualitas, kekuatan fisiknya prima, pekerja keras, agresif, dan vitalitas tinggi.

ORANGE (orange) orang yang mempunyai warna dasar ini memiliki beberapa karakteristik umum yaitu , Produktif, positif, petualang, kreatif, dan ekspensif, menyukai tantangan, kegembiraan, oientasi bisnis,

KUNING (yellow), Orang yang memiliki dasar warna ini memiliki karakteristik umum yaitu, Teliti, intelektual, kreatif, penuh kehangatan, optimisme, kegembiraan, murah hati , senang mengebut, cuek(easy going), senang belajar, kecerdasan, namun kecerdasan itu di gunakan untuk negative seperti menipu aura menjadi kuning keruh.

HIJAU (green) orang yang memilki dasar warna ini karatkeristik umumnya adalah, social, dekat dengan alam, menyukai hewan piaraan,harmonis,guru,senang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, penjamu yang baik, umumnya orang yang mempunyai warna aura dasar hijau bergerak di bidang pelayanan,

BIRU (blue) , orang yang mempunyai aura warna dasar biru ini karakteristik umum adalah, sensitive, penolong, penuh kasih sayang dan perhatian ,loyal, penuh kedamaian, keinginan untuk membantu orang lain, orang yang senang memberi perhatian pada oarng lain.

BIRU TUA (indigo) , orang yang memiilki warna aura biru tua ini mempunyai karakteristik umum yaitu; penuh kepastian, tenang, memilki perasaan yang dalam, penuh kasih, pencari kebenaran, introvert, artistic, memiliki nilai-nilai yang dalam, autentik.

UNGU (violet) orang ini memilki karakteristik umum yaitu, Intuitif, artistik, idealistic, magis, sensual. theorist, futuristik, karismatik, memiliki misi ke depan, tidak kompromis, penuh kemungkinan dan penemu yang inovaif.

MERAH MUDA (pink,lavender ) orang yang memiliki warna ini mempunyai karakteristik umum , Penuh imajinasi, mistikal, penuh pantasi, pemimpi, artistic, lembut, kreatif, mudah terluka perasaannya, sensitive, sering mengawang-awang. (mengkhayal) tidak realistic, eterik.

PUTIH (white)orang dengan aura dasar ini memiliki karakteristik umum, yaitu, Transformatif, transenden, spiritual, penyembuh, ketenangan,pencerahan, sensitive, hidup di dimensi yang lebih tinggi, relasi dengan tuhan yang dominant, sedang dalam kondisi yang kurang fit.

COKLAT (brown) karakteristik umumnya adalah , pelit, egoisme, ingin menang sendiri, emosional,curang.

Warna Aura yang sudah di terjemahkan dalam kondisi tubuh seseorang bisa berubah dan juga bisa tetap bahkan bisa lebih buruk dari kondisi sebelumnya, untuk menjaga kestabilan aura yang terpancar dan mangandung nilai-nilai positif maka di butuhkan ketenangan dan jauhkan dari pikiran-pikiran negative yang akan merusak pancaran aura itu sendiri.

Baca juga : CARA MELIHAT AURA TUBUH PADA BADAN SESEORANG

Trims atas kunjungannya diblog ini, silahkan dishare and Follow

Thursday, January 28, 2016

KISAH DITERIMANYA HAJI SEBELUM BERANGKAT KE TANAH SUCI

0

KISAH DITERIMANYA HAJI SEBELUM BERANGKAT KE TANAH SUCI

Ini kesekian kalinya Abdullah bin Mubarak menunaikan ibadah haji. Setelah thawaf, ulama besar tabi’ut tabi’in yang lahir pada 118 H itu bermimpi. Ia melihat dua malaikat yang turun dari langit sedang bercakap-cakap.

“Berapa jumlah umat Islam yang menunaikan haji pada tahun ini?” tanya salah seorang malaikat.
“600.000 jama’ah haji,” jawab malaikat yang lain, “sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang diterima hajinya”

Dalam mimpi itu, Abdullah bin Mubarak merasa terperangah. Jumlah sebanyak itu tak ada yang diterima? “Padahal jama’ah haji ini datang dari berbagai negeri. Mereka sudah mengeluarkan banyak uang, melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan. Bagaimana mungkin semuanya tidak diterima?” Ibnu Mubarak menangis.

“Namun…” lanjut malaikat, “Ada satu orang yang hajinya diterima. Namanya Ali bin Muwaffaq, seorang penduduk Damaskus yang berprofesi sebagai tukang sepatu. Sebenarnya ia tidak jadi berangkat haji, tetapi Allah menerima hajinya dan mengampuni dosanya. Bahkan berkat dia, seluruh jama’ah haji yang sekarang ada di tanah suci ini diterima hajinya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Abdullah bin Mubarak sangat bahagia. Ia bersyukur, hajinya dan haji seluruh jama’ah diterima. Sayangnya, Abdullah bin Mubarak terbangun sebelum mendengarkan dialog malaikat berikutnya. Sehingga ia pun tidak mengetahui lebih lanjut siapa orang mulia yang karenanya haji ratusan ribu orang ini diterima.

Musim haji selesai, rasa penasaran Abdullah bin Mubarak semakin menjadi. Maka ia pun memutuskan untuk pergi ke Damaskus, mencari seorang lelaki yang hajinya diterima sebelum ia datang ke tanah suci.

Damaskus bukanlah kota kecil. Alangkah susahnya mencari seseorang yang hanya diketahui nama dan profesinya, tanpa diketahui alamatnya. Namun dengan izin Allah, setelah berusaha dan bertanya ke sana kemari, akhirnya Abdullah bin Mubarak dapat menemukan rumah orang yang bernama Ali bin Muwaffaq.

“Assalamu’alaikum,” kata Abdullah bin Mubarak di depan rumah itu.
“Wa’alaikum salam”
“Benarkah ini rumah Ali bin Muwaffaq, tukang sepatu?”
“Ya, benar. Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya Abdullah bin Mubarak, sewaktu haji saya bermimpi dua malaikat bercakap-cakap bahwa seluruh jama’ah haji tidak diterima hajinya kecuali Ali bin Muwaffaq, tukang sepatu dari Damaskus. Padahal Ali bin Muwaffaq tidak jadi berangkat haji. Lebih dari itu, Allah akhirnya menerima haji seluruh jama’ah berkat Ali bin Muwaffaq” mendengar itu Ali bin Muwaffaq sangat terkejut, hingga jatuh pingsan.

Setelah ia sadar, Abdullah bin Mubarak menceritakan kisahnya lebih lengkap. “Amal apakah yang telah engkau lakukan sehingga Allah menerima hajimu padahal engkau tidak jadi berangkat ke tanah suci?”

“Ya, aku memang tidak jadi berangkat haji. Sungguh anugerah dari Allah jika Allah mencatatku sebagai orang yang hajinya diterima. Sebenarnya aku telah menabung sejak lama, hingga terkumpullah biaya haji. Namun suatu hari, sebelum aku berangkat ke tanah suci, aku dan istriku mencium masakan yang sedap. Istriku yang sedang mengandung jadi sangat ingin masakan itu. Lalu kucari sumbernya, ternyata dari tetanggaku. Aku katakan maksudku, namun ia malah menjawab, ‘Sudah beberapa hari anakku tidak makan.

Hari ini aku menemukan keledai mati tergeletak, lalu aku memotong dan memasakknya menjadi masakan ini. Makanan ini tidak halal untuk kalian.’ Mendengar itu, aku merasa tertampar sekaligus sangat sedih. Bagaimana mungkin aku akan berangkat haji sedangkan tetanggaku tidak bisa makan. Maka kuambil seluruh uangku dan kuserahkan padanya untuk memberikan makan anak dan keluarganya. Karena itu, aku tidak jadi berangkat haji.”

Abdullah bin Mubarak terharu. Bulir-bulir air mata membasahi pipi ulama itu. “Sungguh pantas engkau menjadi mabrur sebelum haji. Sungguh pantas hajimu diterima sebelum engkau pergi ke tanah suci,” kata Abdullah bin Mubarak kepada Ali bin Muwaffaq.

Intinya
niat serta ikhlas itu paling utama

Terimakasih telah berkunjung di blog kami qsuro.blogspot.com moga bisa berbagi pengetahuan.

Silahkan dishare/berbagi  dan follow blog Kami, moga bermanfaat.

Thursday, January 21, 2016

MENGENAL PENCIPTA TEMBANG TOMBO ATI

0

Mengenal Pencipta
Tembang Tombo Ati

Dia hidup di lingkungan pesantren sejak lahir. Cucu Maharaja Majapahit terakhir ini membawa nuansa zikir dalam gamelan.

Rombongan santri itu melintasi hutan jati di kawasan Tuban, Jawa Timur. Tiba-tiba mereka dicegat gerombolan begal. Kepala rombongan dipaksa menyerahkan uang dan harta yang dibawa.

“Kami cuma membawa gamelan,” kata pria bersurban dengan jubah putih yang memimpin rombongan santri.

“(Penampilan) Kalian bukan wiyaga (pemain gamelan jawa)! Coba kalian mainkan gamelan itu. Kalau kalian bohong, bukan hanya harta kalian tapi nyawa kalian juga kami cabut!” bentak kepala garong yang bernama Kebo Ndanu.

Rombongan mulai memainkan perangkat musik Jawa itu. Sang pemimpin rombongan melantunkan suluk dalam macapat dengan merdu. Suluk itu berisi pesan tasawuf yang dikenal dalam masyarakat Jawa dan Madura dan ditulis dalam bentuk puisi dengan metrum (tembang) tertentu seperti sinom, wirangrong, kinanti, smaradana, atau dandanggula.

Suluk itu begitu menggetarkan hati yang mendengar. Tak terkecuali para garong. Kaki Kebo Ndanu seketika lemas, tubuhnya menggelosor ambruk ke tanah.

“Tobaaat….ampun. Hentikan tembang kalian!” teriak Kebo Ndanu.

Musik masih terus dimainkan.

“Tidak ada yang salah dengan tembang ini. Kalian mungkin terlalu banyak punya niat buruk dalam hidup,” kata sang pemimpin santri itu dengan nada tenang.

“Saya nyerah….saya nurut perintah kisanak,” kata Kebo Ndanu dengan tubuh menggeliat-geliat di atas tanah seperti cacing kepanasan.

Musik pun dihentikan. Kebo Ndanu bernafas lega. Dengan tubuh yang masih lemah dia bersimpuh dan memohon kepada pimpinan rombongan untuk bersedia menjadi guru dan membimbing jalan hidupnya.
Sang pimpinan rombongan memperkenalkan diri sebagai Susuhunan dari Bonang, sebuah desa di perbatasan Rembang, Jawa Tengah dengan Tuban di Jawa Timur. Para santrinya lebih mudah menyebut dia dengan Sunan Bonang. Sejak saat itu Kebo Ndanu menjadi pengikut setia dan santri yang taat.

Sunan Bonang memang dikenal sebagai penyebar Islam yang tak pernah lama menetap di satu wilayah. Beliau lebih sering mengembara dalam menyebarkan ajaran Islam di Tanah Jawa. Wajar jika muridnya banyak tersebar di berbagai wilayah.

Kisah Kebo Ndanu hanyalah salah satunya. Tak kalah penting juga peristiwa pencegatan Sunan Bonang oleh Berandal Lokajaya.

Berandal ini mencegat Sang Sunan saat sedang berjalan sendirian. Mata hati Sunan yang sangat waspada, melihat bahwa Lokajaya hatinya dipenuhi dengan keinginan duniawi.

“Kalau kamu mau harta, ambillah emas yang ada di biji aren itu,” katanya kepada Lokajaya sambil menunjuk pohon aren yang berbuah butir-butir emas.

Lokajaya terbelalak dan langsung memanen aren emas itu dan memasukkannya ke dalam kantong bajunya. Setelah semua emas terambil dia periksa kantongnya. Ternyata emas itu kembali menjadi biji aren.

Sadar bahwa yang dirampok adalah orang yang punya ilmu tinggi, Lokajaya mengejar orang berjubah putih itu. Dia bersimpuh dan memohon agar diangkat menjadi murid sang Sunan.

Sunan Bonang menerima Lokajaya. Ternyata berandalan itu adalah putra Adipati Tuban, Tumenggung Wilatikta yang melawan kemewahan hidup sebagai anak pejabat. Dia layaknya seorang ‘robin hood’ Jawa, karena hasil rampokannya dia bagikan kepada rakyat miskin.

Berandal Lokajaya bernama asli Raden Said. Dia banyak menerima ilmu dari Sunan Bonang. Tak hanya ilmu keagamaan, namun juga seni tradisional yang digunakan Sunan Bonang untuk menyebarkan Islam. Di kemudian hari Lokajaya dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Sejak lahir, Sunan Bonang hidup di lingkungan pesantren. Dia lahir dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim, pada 1465. Ayahnya, Raden Rahmat merupakan keponakan dari Ratu Dwarawati, permaisuri Raja Brawijaya V.

Brawijaya V merupakan penguasa terakhir kerajaan Majapahit (1293-1500). Sang Maharaja yang masih terhitung paman, memberikan tempat di Ujung Galuh (sekarang bernama Surabaya) kepada Raden Rahmat untuk mendirikan tempat belajar para santri (persantrian atau pesantren). Daerah itu bernama Ngampeldenta.

Setelah pesantren berdiri, Raden Rahmat pun berjuluk Susuhunan Ngampeldenta. Atau para santri lebih sering mengucapkan dengan Sunan Ampel.

Hidup di lingkungan santri, Raden Makdum (Sunan Bonang) tumbuh sebagai pemuda yang ilmu agamanya cukup mumpuni. Sunan Ampel kemudian mengirimnya belajar Islam lebih dalam ke Samudera Pasai (Aceh).
Kepergian Raden Makdum ditemani Raden Paku, salah seorang santri yang ilmu agamanya juga cukup tinggi. Sepulangnya mereka belajar dan kembali ke Ampel, mereka mendapat tugas masing-masing.

Raden Makdum memulai dakwah dari Bonang, sehingga mendapat gelar Sunan Bonang. Sementara Raden Paku kembali ke Gresik dan mendirikan pusat pendidikan Islam Giri Kedaton. Raden Paku akhirnya lebih dikenal sebagai Sunan Giri.

Sejak muda, Sunan Bonang dikenal sebagai mubaligh handal. Fasih berbahasa Arab dan Melayu. Dia juga menguasai ilmu ushuluddin yang mengajarkan dasar agama, fiqih, tafsir Alquran, dan Hadis, serta tasawuf atau sufisme. Keluasan ilmu itulah yang membuatnya sangat arif dalam menyebarkan Islam.

karya-karya Sunan Bonang yang dijumpai hingga saat ini dikelompokkan menjadi dua :

Pertama, suluk yang mengungkapkan pengalamannya menempuh jalan tasawuf dengan beberapa pokok ajaran tasawufnya. Ajaran ini disampaikan melalui ungkapan-ungkapan simbolik yang terdapat dalam kebudayaan Arab, Persia, Melayu, dan Jawa.

Di antara suluk-suluknya ialah Suluk Wujil, Suluk Khalifah, Suluk Kaderesan, Suluk Regol, Suluk Bentur, Suluk Wasiyat, Suluk Pipiringan, Gita Suluk Latri, Gita Suluk Linglung, Gita Suluk ing Aewuh, Gita Suluk Jebang, Suluk Wregol dan lain-lain (Drewes 1968).

Kedua, karangan prosa seperti Pitutur Sunan Bonang yang ditulis dalam bentuk dialog antara seorang guru sufi dan muridnya. Bentuk semacam ini banyak dijumpai dalam sastra Arab dan Persia

Sunan Bonang juga menulis sebuah kitab yang berisikan tentang Ilmu Tasawwuf berjudul Tanbihul Ghofilin. Kitab setebal 234 halaman ini sangat populer dikalangan para santri.

Dalam pentas pewayangan, Sunan Bonang adalah dalang yang piawai membius penontonnya. Kegemarannya adalah menggubah lakon dan memasukkan tafsir-tafsir khas Islam.

Dia juga menggubah gamelan Jawa yang saat itu kental dengan estetika Hindu, dengan memberi nuansa baru. Dia menambahkan sebuah elemen instrumen dalam gamelan jawa.

Instrumen dari logam itu berbentuk seperti mangkuk terbalik dengan tonjolan bagian tengahnya. Instrumen yang kemudian diberi nama “bonang” itu, saat dimainkan memiliki nuansa zikir mendorong kecintaan pada kehidupan transedental.

Sebuah warisan Sunan Bonang yang hingga kini masih sering dinyanyikan adalah tembang "Tombo Ati" (Obat Hati).

Coba kita simak syair indah Tombo Ati, sebagai penyejuk hati kita :

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi lingkang suwe
Salah sawijine sopo bisa ngelakoni
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

Artinya :

Obat hati ada lima perkaranya.
Pertama baca Quran dengan maknanya.
Kedua, shalat malam dirikanlah.
Ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh.
Keempat perbanyaklah berpuasa.
Kelima, dzikir malam perbanyaklah.
Salah satunya siapa bisa menjalani.
Semoga Allah mencukupi

Wednesday, January 20, 2016

AMALAN AGAR DIBERIKAN KECERDASAN MELEBIHI LAINNYA!!

0

AMALAN AGAR DIBERIKAN KECERDASAN MELEBIHI LAINNYA!!

Seringkali mendengar atau bahkan pernah kita melihat seseorang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kecerdasan atau kepandaian seseorang memang gak lepas dari ketekunan belajar, keturunan dari orang yang cerdas juga. Tapi kecerdasan seseorang bisa didapat dengan jalan kita mau berdoa dan mendekatkan diri sama Allah. Kita memohon kepada Allah agar diberikan kecerdasan dalam hal mempelajari ilmu pengetahuan.
Adapun ada cara yang bisa mencerdaskan,  kita lakukan  dengan jalan berdoa dan menjalankan satu "AMALAN" yakni :

Pertama:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (25) وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي (26) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي (28)

ROBBISY ROHLY SHODRY WA YASSIRLY AMRY WAHLUL 'UQDATAN MIN LISAANY YAFQOHUU QOULY (3x)
(QS. Thaahaa [20]: 25-28)

Kedua:

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ (79

FA FAHHAMNAAHAA SULAIMAANA WA KULLAN ATAYNAA HUKMAN WA 'ILMAN WA SAKHKHORNAA MA'A DAAWUUDAL JIBAALA YUSABBIHNA WAT THOIIR (1x)
(QS. al-Anbiyaa [21]: 79).

Dibaca setiap mau belajar dan akan ujian

Ketiga:

Kalau bisa setiap malam Jum'at pada setiap kali baca surat al-Kahfi dan bila sampai pada ayat :

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا (65)

FAWAJADAA 'ABDAN MIN 'IBAADINAA AATAINAAHU ROHMATAN MIN 'INDINAA WA 'ALLAMNAAHU MIN LADUNNAA 'ILMAN
(QS. al-Kahfi [18]: 65).

Diamlah sejenak, pejamkan mata dan memohon, "YA ALLAH BERIKAN AKU JUGA ILMU LADUNNI SEBAGAIMANA YANG TELAH ENGKAU BERIKAN PADA HAMBAMU-NABI KHIDHIR 'ALAIHIS-SALAM DAN HAMBA-HAMBAMU YANG SHOLEH."

Moga dengan menjalankan "AMALAN" diatas, anak kita diberikan kepandaian dan kecerdasan dalam belajar ilmu pengetahuan serta menjadi anak yang sholeh dan sholechah

Wednesday, December 30, 2015

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten

0

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten

     Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur (bentuk) keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya.

Bagian gandik keris ini diukir dengan bentuk kepala naga ( biasanya dengan bentuk mahkota raja yang beragam ), sedangkan badannya digambarkan dengan sisik yang halus mengikuti luk pada tengah bilah sampai ke ujung keris. Dengan ciri-ciri antara lain adalah kruwingan, ri pandan dan greneng, dan beberapa empu (berdasarkan zamannya seperti Majapahit , Mataram dan Mataram Nom) membuat keris ber-dapur nagasasra.

Pada keris dapur Nagasasra yang baik, sebagian besar bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini tidak disusulkan setelah wilah ini selesai, tetapi telah dirancang oleh sang empu sejak awal pembuatannya. Pada tahap penyelesaian akhir, sang empu sudah membuat bentuk kinatah ( yang benar adalah tinatah = kata 'tatah' yang artinya dalam bahasa Indonesia = pahat,dengan sisipan in, menjadi tinatah )sesuai rancangannya . Bagian-bagian yang kelak akan dipasang emas diberi alur khusus untuk "tempat pemasangan kedudukan emas" dan setelah penyelesaian wilah selesai, maka dilanjutkan dengan penempelan emas oleh pande emas.

Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik, adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit sampai pada zaman pemerintahan Sri Sultan Agung Anyokrokusumo di Mataram, tetapi ada sebagian ahli lain yang mengatakan bahwa Ki Supo Anom pada zaman kerajaan Mataram, sebenarnya adalah cucu dari empu Supo Anom yang hidup pada zaman Majapahit, dan golongan ini menyebut Ki Nom dengan sebutan Ki Supo Anom II, dan yang hidup pada zaman Majapahit disebut Ki Supo Anom I.

Nama keris Kyai Nogososro sudah begitu akrab di telinga, tidak hanya bagi yang terbiasa dengan dunia mistis maupun masyarakat awam. Keris ini sering disebut bergandengan dengan Sabuk Inten, sekalipun secara fisik keduanya berbeda.

Kyai Nogososro adalah keris berlapis emas berluk tiga belas. Saat ini nama Nogososro sudah diadaptasi menjadi jenis dapur untuk keris berluk tiga belas, dan ada pula versi lain yang berluk sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan keris ini perlu diiringi dengan jumlah luk-nya. Jika disebutkan tanpa luk, maka keris yang dimaksud adalah Kyai Nogososro asli peninggalan Majapahit.

Keris ini dibuat oleh Pangeran Mpu Sedayu, atau yang bernama lain Mpu Supa Mendagri atau Mpu Pitrang, pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V (1466 - 1478). Menurut cerita, Mpu Supa berhasil membawa pulang keris Kyai Ageng Puworo atau Kyai Sengkelat, yang saat itu dibawa lari Adipati Blambangan yang berniat makar pada kerajaan. Imbalannya, Mpu Supa diberi tanah perdikan di daerah Sedayu (Gresik), diberi gelar pangeran, dan menikahi salah satu putri keraton.

Hampir sama populernya dengan Kisah Walisongo maka kehebatan keris ini sangat melegenda. Sang Prabu meminta Mpu Supa untuk membuatkan sebilah keris yang mampu meredam seribu bencana yang saat itu mengepung Majapahit. Mpu Supa yang meminta petunjuk dari Sang Hyang Widhi kemudian mendapat gambaran, keris itu memiliki dapur naga tiga belas luk dengan seribu sisik yang bertahtakan emas.

Maka dengan usaha keras, jadilah keris itu. Keris Kyai Nogososro disebut-sebut berlapis emas dan bertabur intan hingga ke ujungnya. Kepala naga tidak diberi mahkota, tubuhnya melenggok sesuai dengan lekukan luk, hingga ekornya yang berbentuk bupu mengerucut sempurna di ujung keris.
Legenda mengatakan keris ini benar-benar memenuhi harapan Sang Prabu. Pemberontakan Blambangan dengan mudah dapat diredam. Berbagai bencana yang mengintai Majapahit akibat perang seperti kelaparan, penjarahan, dan kemiskinan, perlahan-lahan sirna. Oleh Sang Prabu, keris Kyai Nogososro dijadikan keris piyandel kerajaan Majapahit.

Cerita ini tentu saja tidak berlandas bukti-bukti resmi. Namun kepercayaan masyarakat akan keris ini sudah begitu kuat. Menyebut keris ini selalu diiringi dengan nama keris lain, yakni Sabuk Inten, menjadi “Nogososro Sabuk Inten”. Sebagaimana Kyai Nogososro, Sabuk Inten juga berluk tiga belas. Perbedaannya hanya terletak pada ciri-cirinya. Kyai Nogososro memiliki ciri kruwingan, ri pandan dan greneng, sementara Sabuk Inten sogokan, kembang kacang, lambe gajah dan greneng.

Saat ini, Nogososro dan Sabuk Inten menjadi istilah untuk dapur keris. Banyak mpu-mpu jaman Mataram Islam yang membuat dua dapur keris ini. Salah satunya adalah Mpu Ki Nom yang hidup pada masa Sultan Agung Hanyakra Kusuma.

Keris Nogososro dan Sabuk Inten menjadi terkenal setelah S.H. Mintardja, penulis cerita rakyat terkenal, menulis tentang Mahesa Djenar (murid Syeh Siti Djenar) mencari dua pusaka ini. Dikatakan, siapa yang memiliki dua keris ini akan menjadi pewaris sah kerajaan Demak.