Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Friday, October 28, 2016

Kisah Sang Rosul

0

رَاحَتِ الأَطْيَارُ تَشدُوْ فِيْ لِيَالِيْ المَوْلِدِ

وَبَرِيْقُ النُّوْرِيَبْدُوْ مِنْ مَعَانِيْ أَحْمَدِ

فِيْ لَيَالِيْ الْمَوْلِدِ

Abdullah nama ayahnya Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia Dari Quraisy ternama
Inilah kisah Sang Rasul Yang penuh suka duka
yang penuh suka duka ...

Dua bulan di kandungan Wafat ayahandanya
Tahun Gajah dilahirkan Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada Disusui Halimah
Enam tahun usianya Wafat ibu terpuja

Delapan tahun usia Kakek meninggalkannya
Abu Thalib pun menjaga Paman paling membela
Saat kecil penggembala Dagang saat remaja
Umur dua puluh lima Memperistri Khadijah

Di umur ketiga puluh Mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu Hajar Aswad mulia
Genap empat puluh tahun Mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul Akhir para Anbiya

By: Bagus Ardiano .A (penerus qsuro.blogspot.com)

Sunday, September 11, 2016

Cara Islam Menyembelih Sapi

0

"CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“

Jaman semakin modern sering kita mendengar berbagai cara menyembelih hewan untuk dikomsumsi diambil dagingnya.
Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.

Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Manfaat Baca Al-Qur'an

0

Manfaat Baca Al-Qur'an

Al Qur'an selain sebagai pedoman petunjuk hidup bagi umat muslimin ternyata memiliki faedah keutamaan kalo kita mau senantiasa membaca atau mendengarkan orang membaca Al Qur'an. Mengapa membaca atau mendengarkan  Al Qur'an itu penting ?

Hanya dengan mendengarkan ayat suci  Al Qur'an baik bagi  yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yg sangat besar. Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.

Lalu mengapa di dalam Islam ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasan ilmiahnya :
Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yg seksama & perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.
Sel2 yg rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.
Hal ini artinya harus dengan suara.
Maka muncullah terapi suara.
bahwa
Membaca Al Qur'an dengan bersuara,
memberikan pengaruh yg luar biasa terhadap sel2 otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

Berikutnya membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.
Dan kembali terbukti bahwa membaca Al Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

Virus & kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al Qur'an
dan disaat yg sama, sel2 sehat menjadi aktif.
Mengembalikan keseimbangan program yg terganggu tadi.
QS Al Isra':82.

Dan yg lebih menguatkan supaya diri ini makin getol baca Qur'an adalah karena
SUARA YG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL2 TUBUH
ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI

Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS 7:55),
Dan bahwa orang yang tidak beriman kepada kehidupan Akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih (QS 17:10)

Demikianlah keutamaan kalo kita membaca Al Qur'an, moga kita bisa slalu menerapkan Al Qur'an dalam kehidupan ini, amin.

Tuesday, July 5, 2016

GEMA TAKBIR

0

GEMA TAKBIR

Gema Takbir berkumandang dimana-mana, pertanda bulan romadlon telah usai kita menuju fitrahnya. Moga amal dan ibadah kita selama romadlon diterima Allah SWT. Mari kita kumandangkan takbir sebanyak-banyaknya :

 Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal - kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah saw:

Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenamnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat ied.

Moga kita bisa kembali menjalankan ibadah puasa romadlon ditahun yang akan datang, amin

Qsuro.blogspot.com mengucapkan ;  Selamat  Idul Fitri,  Mohon maaf lahir dan batin,
"TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM" Barakallahu Fiikum
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).

NIAT ZAKAT

0

Niat Zakat
    
     Zakat dilakukan sebelum sholad ied, alangkah baiknya bila kita laksanakan saat romadlon jadi kita tidak akan lupa membagikan zakat kita. Adapun melakukan zakat perlu kita membaca Niat berzakat.  Berikut ini kami sampaikan cara niat zakat.

Niat zakat fitrah sangat beragam, artinya kita bisa niat untuk diri kita sendiri, kita juga bisa niat berfitrah untuk orang-orang yang diwakilkan kepada kita seperti keluarga, anak-anak kita dan orang lain.

maka lafadz bacaan niat zakat fitrah pun berbeda-beda sesuai yang memfitrahkan, namun intinya sama yaitu niat mengeluarkan zakat yang diwajibkan atas diri setiap individu muslim baik laki-laki maupun perempuan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan.

Adapun untuk pelaksanaan atau waktu mengeluarkan zakat fitrah yaitu pada bulan puasa ramadhan.
Secara umum  kita biasanya zakat fitrah dikeluarkan mulai tanggal 27 Ramadhan s/d 30 Ramadhan atau Malam Takbiran. Itu syah-syah saja, karena zakat fitrah selambat-lambatnya dan/atau paling lambat dikeluarkan sebelum orang-orang selesai menunaikan shalat ied (hari raya idul fitri), apabila dikeluarkan setelah sholat idul fitri maka tidak tergolong ke dalam zakat, melainkan amal atau sedekah biasa.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

Niat ini diucapkan oleh diri kita sendiri tanpa diwakilkan kepada orang lain. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN NAFSII FARDLOL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta'ala

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Jika seorang suami ingin membacakan niat zakat fitrah untuk istrinya, maka lafadznya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN ZAUJATII FARDHOL LILLAATI TA'AALAA
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta'ala

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki seorang anak laki-laki yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya :
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN WALADII (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

Bagi orang tua yang memiliki seorang anak perempuan yang masih bayi, balita dan/atau mungkin belum bisa membaca niat zakat fitrah, maka bisa diwakilkan kepada orang tuanya. Dan berikut adalah lafadz niatnya :
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN BINTII (Sebutkan Nama Anaknya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'ANNII WA'AN JAMII'I MAA YALZAMUNII NAFAQOOTUHUM SYAR'AN FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU AN UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI 'AN (Sebutkan nama orangnya) FARDHOL LILLAAHI TA'AALAA
Artinya :
Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala

Moga bermanfaat
# baca juga KETENTUAN ZAKAT MAL DAN YANG MENERIMANYA

Monday, July 4, 2016

KETENTUAN ZAKAT MAL DAN YANG MENERIMANYA

0

KETENTUAN ZAKAT MAL DAN YANG MENERIMANYA

DALAM islam ada suatu aturan atau ketentuan seseorang untuk melaksanakan Zakal Mal. Apa itu Zakat Mal? Zakat Mal  adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak.

Syarat-syarat harta

Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Milik Penuh,
yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.
Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan.

Mencapai nisab,
yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah.

Lebih Dari kebutuhan pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu

Bebas dari Hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nisab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.

Berlalu Satu Tahun (Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan.
Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak memiliki syarat haul.

Macam-macamnya

Macam-macam zakat Mal dibedakan atas objek zakatnya antara lain:

Hewan ternak.
Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam)

Hasil pertanian.
Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.

Emas dan Perak.
Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun.

Harta Perniagaan.
Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.

Hasil Tambang (Makdin).
Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.

Barang Temuan (Rikaz).
Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun).

Zakat Profesi.
Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta.

Yang berhak menerima
Berdasarkan firman Allah QS At-Taubah ayat 60, bahwa yang berhak menerima zakat/mustahik sebagai berikut:

Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.

Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.

Amil : orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.

Mualaf : orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.

Hamba sahaya : memerdekakan budak mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.

Orang berhutang: orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar utangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

Sabilillah: yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, madrasah, masjid, pesantren, ekonomi umat, dll.

Ibnu sabil, Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau juga orang yg menuntut ilmu di tempat yang jauh yang kehabisan bekal.

Demikianlah penjelasan tentang berzakat dan siapa yang bisa menerima zakat, moga bisa menjadikan pengetahuan dan mengerti kita.

Thursday, June 30, 2016

KETENTUAN ZAKAT FITRI BAGI ORANG TIDAK MAMPU

0

Ketentuan Zakat Fitri Bagi Orang Tidak Mampu

Sempurnakanlah puasamu dengan memberi zakat. Banyak sekali orang yang merasa dirinya tidak mampu kemudian dia terus tidak berzakat dalam ibadah puasa romadlon ini. Kebanyakan orang kurang mampu  berfikir "mereka butuh zakat" bukan malah memberi zakat kepada oranglain.
Dijelaskan oleh Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu;
beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering. (Kewajiban) ini berlaku bagi kaum muslimin, budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa ….”
(H.r. Al-Bukhari, no. 1433; Muslim, no. 984)

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa dan perbuatan atau ucapan jorok, juga sebagai makanan bagi orang miskin …..”
(H.r. Abu Daud no. 1611; dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa zakat fitri hukum wajib bagi orang yang memenuhi dua persyaratan berikut:

Beragama Islam.
Mampu untuk menunaikannya.

Mayoritas ulama (Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah) memberikan batasan, bahwa jika seseorang memiliki sisa makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam hari raya dan besok paginya maka dia wajib membayar zakat fitri, karena dalam Islam, orang yang berada dalam keadaan semacam ini telah dianggap berkecukupan.

SEBAGAIMANA SABDA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, “BARANG SIAPA YANG MEMINTA, SEMENTARA DIA MEMILIKI SESUATU YANG MENCUKUPINYA, MAKA DIA TELAH MEMPERBANYAK API NERAKA (YANG AKAN MEMBAKAR DIRINYA).”

PARA SAHABAT BERTANYA, “WAHAI RASULULLAH, APA UKURAN SESUATU YANG MENCUKUPINYA (SEHINGGA TIDAK BOLEH MEMINTA)?”

BELIAU SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENJAWAB, “DIA MEMILIKI SESUATU YANG MENGEYANGKAN UNTUK (DIRINYA DAN KELUARGANYA) SELAMA SEHARI-SEMALAM.”
(H.R. ABU DAUD; DINILAI SAHIH OLEH SYEKH AL-ALBANI)

Imam Ahmad ditanya, “Apakah orang miskin wajib mengeluarkan zakat fitri?”

Beliau rahimahullah menjawab,

“Jika dia memiliki bahan makanan yang cukup untuk satu hari maka sisanya ditunaikan untuk zakat.”

Beliau ditanya lagi, “Jika dia tidak memiliki apa pun?” Imam Ahmad menjawab, “Dia tidak wajib membayar zakat apa pun.”
(Al-Masail Imam Ahmad, riwayat Abu Daud, 1:124)

Ibnu Qudamah mengatakan, “Zakat fitri tidak wajib kecuali dengan dua syarat.
Salah satunya, dia memiliki sisa makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam dan siang hari raya sebanyak satu sha’. karena nafkah untuk pribadi itu lebih penting, sehingga wajib untuk didahulukan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
‘Mulai dari dirimu dan orang yang kamu tanggung nafkahnya.’
(H.r. At-Turmudzi).”
(lihat Al-Kafi fi Fiqh Hanbali, 1:412).

Kemudian Ibnu Qudamah memberikan rincian, “Jika tersisa satu sha’ (dari kebutuhan makan sehari-semalam ketika hari raya, ) maka dia membayarkan satu sha’ tersebut sebagai zakat untuk dirinya.

Jika tersisa lebih dari 1 sha’ (misalnya: 2 sha’) maka satu sha’ untuk zakat dirinya dan satu sha’ berikutnya dibayarkan sebagai zakat untuk orang yang paling berhak untuk didahulukan dalam mendapatkan nafkah (misalnya: istri).

Jika sisanya kurang dari satu sha’, apakah sisa ini bisa dibayarkan sebagai zakat? Dalam hal ini, ada dua pendapat:

Wajib ditunaikan sebagai zakat, berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Jika aku perintahkan sesuatu maka amalkanlah semampu kalian.’
(H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Tidak wajib ditunaikan, karena belum memenuhi ukuran zakat yang harus ditunaikan (yaitu satu sha’).
Jika terdapat sisa satu sha’ namun dia memiliki utang, manakah yang harus didahulukan?
Dalam hal ini, ada dua keadaan:

Orang yang memberi utang meminta agar segera dilunasi maka didahulukan pelunasan utang daripada zakat, karena ini adalah hak anak Adam yang bersifat mendesak.
Orang yang memberi utang tidak menagih utangnya maka wajib dibayarkan untuk zakat, karena kewajiban zakat ini mendesak sementara kewajiban membayar utang tidak mendesak sehingga lebih didahulukan zakat.”
Catatan berapa ketentuan zakat bagi yang tidak mampu:

Terkadang ada orang yang berhak menerima zakat dan sekaligus berkewajiban membayar zakat fitri, karena dia memiliki simpanan beras, lebih dari yang dia butuhkan, baik beras itu berasal dari panen sendiri, diberi oleh orang lain, atau beras yang dikumpulkan dari setiap orang yang memberikan zakat fitri kepadanya.

Allahu a’lam.

Berbagi pengetahuan bersama kami qsuro.blogspot.com silahkan share dan follow, trims

Tuesday, April 5, 2016

DO'A DAN CARA BERDO'A

0

     Berdo'a artinya mengemukakan rasa hati kepada Tuhan, baik berupa syukur, pengaduan keluh-kesah, atau berupa permohonan sesuatu permintaan yang ingin diperoleh berupa benda atau tujuan atau berupa apapun juga asal tidak berupa kejahatan. Berdo'a merupakan ibadat juga bahkan adalah "Otak Ibadat". Sebagaimana Hadits Rosululloh mengatakan :
" Adduau Makhhul Ibadah " doa itu adalah otak ibadat.

Dalam melakukan berdoa ada beberapa tahap yaitu :

1. Adab Persiapan Berdo'a
Dalam persiapan untuk memulai berdo'a seseorang hendaknya melakukan adab berdo'a dalam 5 tingkat ;
a. Menghadap ke Kiblat
b. Memuji Allah dengan membaca "Alhamdulillahi Alaa Kulli Haal (segala puji bagi Allah yang mengetahui segala hal)
c. Bertasbih kepada Allah
d. Bersholawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.
e. Permintaan ampun untuk diri sendiri untuk kedua ibu dan bapak

2. Adab dalam berdo'a
Seseorang dalam melakukan do'a sangat patut melakukan beberapa adab berdo'a :

a. Mengucapkan nama Allah yaitu : "Bismillahir Rohmanir Rohim"
b. Menghadirkan hati (hudurul Qolbi) dengan penuh harap dan sungguh-sungguh yakin diterimanya do'anya itu.
c. Do'a diucapkan dengan penuh ikhlas, mendekatkan diri kepada Allah dan khusyuak serta tawadhu dengan hati yang tenang
d. Do'a diucapkan dengan jelas dan diulang-ulangi 3 kali mengenai ucapan-ucapan yang dianggap penting, sehingga do'a itu segera diterima Allah
e. Dalam berdo'a diangkat kedua-belah tangan dari permulaan do'a dan disapukan kemuka setelah do'a itu selesai diucapkan

3. Waktu yang baik untuk berdo'a :
Akhli-akhli Shufi menggunakan waktu-waktu yang baikdalam melakukan do'a. Waktu yang baik dan mulia dalam melakukan do'a antara lain yaitu :
- dalam bulan Romadhon
- bulan Rajab pada malam isra' mi'raj Nabi Muhammad saw
- bulan nisfu Sya'ban
- Hari Arafa
- hari jum'at
- waktu tengah hari
- waktu jauh malam sunyi
- waktu sujud
- sesudah sholat

Do'a juga bisa dilakukan dengan melakukan shalat sesuai permintaannya. Seperti sholat Istiharoh yaitu sholat yang dilakukan untuk memohon kebajikan. Sholat Hajat yaitu sholat yang dilakukan untuk memperoleh keinginan sesuai hajat atau permohonan yang diharapkan, dan masih banyak lagi sholat-sholat lainnya.

Demikian tahapan berdo'a agar bisa kita lakukan dan lebih mudah diterima dikabulkan do'a kita kepada Allah.

KEUTAMAAN DO'A

1

     Rosululloh s.a.w. Sangat mengutamakan berdo'a dan beliau berkata : bahwa do'a merupakan otak daripada segala ibadat. Beliau berdo'a dalam shalat, berdo'a diluar shalat, beliau menyuruh keluarganya nerdo'a, menyuruh sahabatnya berdo'a, dan menyuruh ummat Islam memanjatkan do'a. Kehidupan manusia sudah tertulis dalam Qodho dan Qodhar, hanya do'a sajalah yang dapat mengubah tulisan itu untuk memperbaikinya. Karena itu Rosululloh s.a.w. Memperingatkan : Apabila Tuhan telah membuka pintu do'a bagi hambanya, niscaya orang itu akan memperbanyak do'anya dan Tuhan mengabulkannya.

DO'A Adalah  Otak Ibadat :

     BERDO'A artinya mengemukakan rasa hati kepada Tuhan, baik berupa syukur, pengaduan keluh kesah atau berupa permohonan sesuatu permintaan yang ingin diperoleh berupa benda atau tujuan atau berupa apapun juga asal tidak berupa kejahatan.
Bahwa do'a itu adalah merupakan ibadat juga bahkan adalah "OTAK IBADAT" sebagaimana Hadits Rosululloh mengatakan :
"Adduau Makhhul Ibadah" do'a itu adalah otak ibadat.

# baca juga : "DO'A DAN CARA BERDO'A"

     Dalam melakukan suatu do'a, tidak ubahnya seperti kelakuan seseorang dalam menjalankan shalat, karena sebenarnya shalat itu do'a. Dalam shalat seseorang menganggap dirinya seakan-akan berdiri dihadapan yang Maha Kuasa yang mengetahui segala rahasia hatinya. Maka demikian juga hendaknya kelakuan dalam melakukan do'a. Tuhan telah menyuruh meminta kepadanya segala sesuatu dan jika permintaan itu dilakukan dengan penuh yakin dan khusyu' serta ikhlas, maka Tuhan berjanji pasti akan memperkenankan do'a seseorang itu.

FAEDAH DOA

Faedah do'a antara lain: menguatkan Iman, menenangkan hati, serta menjernihkan hati, menghilangkan putus asa, mengurangi gundah gulana, menggiatkan bekerja, menambah kegemaran beribadat, dan beramal saleh, membuat mudah rezeki, membuat adab dan akhlak lebih halus, membuat orang jadi sabar, menghilangkan was-was dalam hati, juga dapat menolong dari penyakit, meresapkan rasa Ketuhanan dimana seseorang dalam berdo'a merasakan berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan do'a seseorang dapat mengenal Tuhan sebenar-benarnya dan mencintai dengan sebaik-baiknya dan dengan do'a dapat merasaibenar-benar adanya Tuhan dimana ia merasa melihat Tuhan dalam Hatinya.

Do'a meliputi beberapa tahapan dalam berdo'a meliputi :
1. Adab untuk persiapan berdo'a
2. Adab dalam berdo'a
3. Waktu yang baik untuk berdo'a
4. Do'a dilakukan dengan Sholat

Demikian keutamaan do'a menurut Rosululloh, semoga kita selalu memanjatkan do'a karena dengan do'a merupakan cara mendekatkan diri sama Allah. Amin

Kisah Nabi Ayub a.s. "Nabi Penyabar"

0

Sering orang mengagumi kesabaran kepada Nabi Ayub.
Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub.
Jadi, Nabi Ayub menjadi simbol kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya.
Nabi Ayub a.s. menggambarkan manusia yang paling sabar, bahkan boleh dikatakan bahwa baginda berada di puncak kesabaran.
Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:

"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)."
(Al-Quran Surah. Sod: 44)

Nabi Ayub AS ialah salah seorang 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui dalam Islam, juga baginda merupakan salah seorang dari Nabi-Nabi Bani Israel dan salah seorang manusia pilihan dari sejumlah manusia pilihan yang mulia. Allah telah menceritakan dalam kitab-Nya dan memujinya dengan berbagai sifat yang terpuji secara umum dan sifat sabar atas ujian secara khusus.
Allah telah mengujinya dengan anaknya, keluarganya dan hartanya, kemudian dengan tubuhnya.
Allah SWT telah mengujinya dengan ujian yang tidak pernah ditimpakan kepada siapa pun, tetapi ia tetap sabar dalam menunaikan perintah Allah dan terus-menerus bertaubat kepada-Nya.

Setelah Nabi Ayub AS menderita penyakit kronik dalam jangka masa yang cukup lama, dimana sahabat dan keluarganya telah melupakannya, maka baginda telah menyeru kepada Rabbnya, “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
(Surah Al-Anbiya’: 83).
Dikatakan kepadanya, “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.”
(Surah Sod: 42).
Nabi Ayub AS telah menghentakkan kakinya, maka memancarlah mata air yang dingin kerana hentakan kakinya tersebut.
Dikatakan kepadanya, “Minumlah darinya serta mandilah.” Nabi Ayub AS melakukannya, maka Allah Ta’ala menghilangkan penyakit yang menimpa batinnya dan zahirnya.

Kemudian Allah mengembalikan kepadanya; keluarganya, hartanya, sejumlah nikmat serta kebaikan yang dikurniakan kepadanya dalam jumlah yang banyak.
Dengan kesabarannya itu maka baginda merupakan suri teladan bagi orang-orang yang sabar, penghibur bagi orang-orang yang mendapat ujian atau ditimpa musibah serta pelajaran berharga bagi orang-orang yang mau mengambil pengajaran.*

Ketika Nabi Ayub AS sakit, maka baginda telah menemukan kepingan uang milik isterinya yang diperoleh dari hasil pekerjaannya melakukan sesuatu, sehingga baginda bersumpah akan mencambuknya seratus kali cambukan. Kemudian Allah meringankannya dari Nabi Ayub AS dan isterinya, seraya dikatakan kepadanya: “Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput).” Yakni seikat jerami, lalang, tangkai atau yang lainnya sebanyak seratus biji, kemudian pukullah ia dengannya “ dan janganlah kamu melanggar sumpah.” Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)
(Surah Sod: 44).
Yakni melanggar sumpahmu.

Dalam ayat di atas terdapat dalil bahwa kifarat sumpah tidak disyariatkan kepada seseorang sebelum syariat kita, serta kedudukan sumpah di hadapan mereka adalah sama dengan nazar, yang mesti dipenuhi.

Juga dalam ayat tersebut terdapat dalil, bahwa bagi orang yang tidak mungkin dilaksanakan hukuman had ke atasnya kerana kondisinya yang lemah atau alasan lainnya, hendaklah diperlakukan kepadanya hukuman yang disebut dengan hukuman tersebut, kerana tujuan dari perlakuan hukuman itu ialah pemberian rasa jera, bukan merusakkan atau menghancurkan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, baginda bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah Ayub AS diuji dengan musibah tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang lelaki dari saudara-saudaranya, dimana keduanya telah memberinya makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, ‘Demi Allah, perlu diketahui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah dilakukan siapa pun di dunia ini.’ Sahabatnya itu bertanya, ‘Dosa apakah itu?.’ Saudaranya tadi berkata, ‘Selama delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya, sehingga menyembuhkannya dari penyakit yang dideritanya.’ Ketika keduanya mengunjungi Ayub AS maka salah seorang dari kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayub AS menjawab, ‘Aku tidak mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Taala telah memberitahukan; bahwa aku diperintah untuk mendatangi dua orang lelaki yang berselisih supaya keduanya mengingati Allah. Sedang aku akan kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, kerana merasa benci dalam mengingati Allah, kecuali dalam kebenaran.’”

Nabi SAW bersabda, “Ketika Ayub AS pergi menunaikan hajatnya maka isterinya memegang tangannya hingga selesai. Suatu hari isterinya terdatang lewat dan Ayub AS menerima wahyu, ‘Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.’
(Surah Sod: 42)

Ketika isterinya datang dan bermaksud menemuinya, maka ia melayangkan pandangannya dalam keadaan tertegun, dan Ayub AS menyambutnya dalam rupa dimana Allah telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya, dan rupanya sangat tampan seperti semula. Ketika isterinya melihatnya, seraya bertanya, ‘Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat nabi Allah yang sedang diuji? Demi Allah, bahwa aku melihatnya mirip denganmu saat ia sihat.’ Ayub AS menjawab, ‘Sesungguhnya aku ini adalah dia.’ Ketika itu di hadapannya terdapat dua buah gundukan yaitu gundukan gandum dan jewawut. Kemudian Allah mengirim dua gugusan awan, dimana ketika salah satunya menaungi gundukan gandum, maka tercurah padanya emas hingga penuh, sedangkan pada gundukan jewawut tercurah mata uang hingga penuh.”
(Hadis Riwayat. Abu Ya’la, 3617, yang dishahihkan al-Hakim (2/581-582) dan Ibnu Hibban (2091) serta al-Albani dalam kitab Shahîh-nya no. 17).